Rabu, 22 Oktober 2008

Kawasan Sub Urban akan Berkembang Jadi Perkotaan

Kawasan atau ruang sub-urban akan menjadi tumpuan sekaligus masa depan perkembangan kota-kota di Indonesia, mengingat beban ekologis, sosial dan ekonomi perkotaan sekarang sudan amat berat.

"Ruang sub-urban ini akan menjadi kumuh atau menjadi kawasan kota di pedesaan yang nyaman, itu sangat tergantung bagaimana kita merencanakan tata ruang dengan faktor terkait lainnya," kata guru besar perencanaan kota dan wilayah, Prof Dr Ir Sugiono Soetomo CES, DEA, di Semarang, Jumat.

Faktor terkait tersebut, antara lain meliputi penegakan hukum dalam penataan ruang, sosialisasi, pendekatan dan pemberdayaan masyarakat dan upaya menciptakan pembangunan terpadu, katanya.


Sugiono yang Sabtu pekan ini akan menyampaikan pidato pengukuhan guru besar arsitektur Undip Semarang itu memprediksi, pada tahun 2025, lebih dari 50 persen penduduk di Indonesia tinggal di perkotaan. Beban berat akan diemban Pula Jawa yang dihuni 60 persen penduduk negeri ini.

Pada saat itu, katanya, DKI Jakarta dan D.I. Yogyakarta 100 persen sudah menjadi wilayah perkotaan (urban), sehingga dengan kecenderungan umum yang terjadi di berbagai kota, pemekaran wilayah perkotaan di Jawa semakin cepat terjadi.

"Pulau Jawa sebagai penghasil beras terbesar nasional akan menghadapi konflik dalam penggunaan lahan pertanian. Kemudian terjadi pula perubahan pekerjaan dari petani ke nonpetani dan tekanan ekologi juga semakin dahsyat," katanya.

Ia menjelaskan, wilayah kota-kota besar akan semakin melebar. Kasus di Kota Bandung menunjukkan, meski terjadi pelambatan pertumbuhan penduduk, namun di daerah pinggiran (hinterland) Kota Bandung terjadi pertumbuhan amat tinggi.

"Kasus ini menunjukkan terjadi pemekaran ruang yang terbangun secara luar biasa. Daerah pinggiran Bandung terus tumbuh dengan menimbulkan masalah yang kompleks," katanya.

Sumber : Gatra

0 komentar:

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008